Saat berkendara, kita seringkali dihadapkan oleh kondisi jalanan yang penuh lubang, bergelombang, dan tidak rata. Hal ini menjadi tantangan bagi setiap pengemudi dan memaksa kita untuk mengendarai mobil lebih pelan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan. Akan tetapi, masih terdapat pengemudi yang tetap memacu kendaraannya, entah karena terburu-buru agar bisa segera sampai di tempat tujuan atau terdapat kendaraan darurat yang mendesak.
Mengingat kondisi tersebut, menerjang lubang di jalan bukanlah keputusan yang tepat karena tindakan ini dapat membawa dampak buruk bagi mobilmu. Jika hal ini sering Anda lakukan, tindakan ini justru berpotensi membuat mobil Anda berada dalam kondisi darurat, bahkan kritis. Mengapa demikian? Simak penjelasan berikut ini:
Kebengkokan dan Keretakan pada Velg
Mengabaikan keberadaan lubang di jalan dan memilih untuk menerjang lubang saat berkendara dapat menimbulkan keretakan dan kebengkokan pada velg, terutama pada mobil dengan velg berbahan aluminium. Kondisi velg yang retak dan bengkok dapat menyebabkan ban bocor atau pecah dan memicu getaran yang menimbulkan rasa tidak nyaman saat mobil melaju. Selain itu, kondisi tersebut turut mengganggu sistem pengereman yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Lebih lanjut, jika retakan cukup parah, velg bisa pecah sepenuhnya dan membuat pengemudi kehilangan kendali.
Suspensi Cepat Aus
Pada kendaraan, suspensi berfungsi sebagai peredam guncangan dan menjaga kestabilan mobil ketika melewati permukaan jalan yang bergelombang. Suspensi pada mobil yang kerap kali menghantam lubang akan cepat aus karena suspensi bekerja melebihi kapasitasnya. Jika hal ini terjadi, maka baik pengemudi maupun penumpang, akan merasakan ketidaknyamanan saat mobil melaju di jalanan yang rusak.
Kerusakan Serius pada Ban
Selain velg dan sistem suspensi, ban turut menjadi komponen yang menanggung kerusakan serius akibat pengemudi yang secara sengaja atau tidak sengaja menghantam lubang jalanan. Saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi dan menerjang lubang, maka memungkinkan retaknya dinding samping pada ban, bahkan pecah secara keseluruhan dan dapat membahayakan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
Selanjutnya, jika ban selalu berbenturan kencang dengan kontur jalan yang tidak rata, maka daya cengkram ban terhadap permukaan jalan akan menurun dan berbahaya untuk kondisi jalanan yang licin. Tidak hanya itu, komponen lain seperti tie rod yang berfungsi sebagai penjaga kestabilan, bisa mengalami kelonggaran, menimbulkan bunyi berisik, dan mempercepat keausan ban secara tidak merata. Akibatnya, umur pakai ban menjadi lebih pendek dari yang seharusnya.
Mengganggu Keseimbangan Stir
Ketidakseimbangan pada stir mobil seringkali terjadi saat pengemudi mencoba melaju di jalan yang berlubang. Dalam kondisi ini, stir kerap kali terasa seperti "menarik" ke satu sisi dan stir terasa lebih berat dari biasanya saat dibelokkan. Ketika gejala ini sudah dirasakan, segera lakukan spooring dan balancing di Astra Otoservice untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada komponen kendaraan Anda.
Astra Otoservice sebagai bengkel modern dengan konsep "The Trusted Workshop" yang berfokus pada layanan servis berkala untuk segala merek mobil meresm...
Berada di tengah kondisi pandemi, tentu penting bagi masyarakat untuk mengurangi mobilitas demi menghindari kerumunan dengan tetap di rumah saja. Namu...
1. OliTahukah sahabat Oto? Oli itu ibaratnya darah bagi mesin kendaraan kamu! Bayangin kalo badan kamu darahnya sudah kotor semua, pasti badan akan sa...
Aki merupakan komponen vital dalam kendaraan, baik untuk roda empat maupun roda dua. Ibaratnya aki ini adalah sumber energi listrik untuk menyalakan m...
Merawat kendaraan secara rutin adalah langkah utama untuk memastikan performa tetap optimal dan perjalanan yang aman. Salah satu aspek penting dalam p...
Shock Absorber merupakan salah satu komponen mekanik yang didesain untuk meredam hentakan yang disebabkan oleh energi kinetik. Komponen ini berfungsi...